CINTA PERTAMA
oleh : LINA NOVITA SARI
Cahaya sang fajar sudah memancar di ufuk timur. Ayam berkokok merdu
menyambut pagi yang indah ini. Matahari enggan untuk bersembunyi untuk
memancarkan cahaya terangnya. Pagi ini Stella begitu semangat menyambut hari
ini. Pagi ini dia akan mengadakan pementasan drama di sekolahnya untuk
menyambut hari ulang tahun sekolahnya yang ke-25 tahun. Stella duduk di bangku
kelas XI di salah satu sekolah swasta menengah atas (SMA).
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 07.30 Wib, Stella segera
berangkat karena acara akan dimulai pukul 08.00 Wib. Selama pementasan drama
stella begitu bahagia dan sangat total dalam peran yang ia mainkan. Semua penonton
bertepuk tangan memberikan sebuah apresiasi atas pementasan yang telah
dipertunjukkan. Teman-teman stella pun juga ikut berbahagia dan memberi
semangat kepada Stella.
“Selamat ya Stel, kamu bagus banget mainnya tadi,” sahut
teman-teman Stella satu per satu sambil bersalaman dengannya.
Stella merasa bahagia atas pertunjukkan yang telah ia tampilkan. Rasa
lelahnya pun tak sanggup ia tahan sehingga ia ketiduran di ruangan wadrobe.
**
Senyumannya, nada suara yang merdu, raut wajah yang mempesona
membuatnya tak bisa berpaling untuk menghindarkan sorotan mata ke depan. Hari ini
dia dan aku pergi makan malam bersama. Rasa bahagia tak dapat di hindari dari
sorot mata Stella, begitu juga dengan Vino.
“Kamu cantik malam ini Stel,” Stella tersenyum manis, pipinya merah
padam mendengar pujian Vino.
“Benarkah begitu?“ tanya Stella mengoda.
“Tentu saja, kamu bidadari dihatiku Stella,” jawab vino, sambil
memengang kedua tangan Stella. Rona bahagia
terpancar diraut wajah Stella ia begitu bahagia.
“Aku bahagia banget malam ini Vino, aku gag mau malam ini cepat
berlalu,” jawab Stella.
Vino memberikan Stella sebuah kado, boneka spongebob kesukaannya. Stella
bahagia boneka spongebob yang diberikan Vino menambah koleksi bonekanya di
rumah. Mereka menyantap makanan mereka dengan ditemani alunan musik klasik di kafe
tersebut.
**
“Stel,,,stel,,stel,,, ayo bangun!!!” Ucap sahabatnya Hanna, yang
berusaha membangunkan Stella yang ketiduran di ruang wadrobe. Stella membuka
matanya perlahan dan melihat Hanna berdiri di sampingnya.
“Ada apa Hanna?” Tanya Stella, dengan suara masih lemas.
“Ayo bangun, kamu mau tidur disini sampai besok pagi?” jawab Hanna
sambil membereskan peralatan make up.
Akhirnya Stella bangkit dan kaget melihat jam di tangannya sudah
menunjukkan pukul 16.00 Wib. Selama 2 jam ia tertidur di ruangan wadrobe
dengan mimpi yang indah. Stella tersenyum di depan cermin sambil mengingat
mimpinya tadi. Hanna, sahabatnya terheran-heran melihat tingkah Stella senyum
sendiri di depan cermin. Stella menyadari hal tersebut dan langsung menceritakan
mimpinya bersama Vino kepada sahabatnya itu.
**
Vino adalah seorang pangeran yang didambakan oleh Stella. Ia menaruh
hati kepada Vino sejak mereka duduk di bangku sekolah menegah pertama (SMP). Sekarang
mereka kembali bertemu di bangku sekolah menegah atas (SMA). Rasa cinta Stella
kepada Vino begitu besar, sehingga ia tak bisa mengungkapkan rasa cintanya
kepada Vino. Stella sudah mencoba menunjukkan rasa cintanya, tetapi Vino tak
pernah melihat dan cuek kepada Stella.
Ketika sampai di rumah Stella langsung masuk kamar. Ia menghempaskan
badannya di atas tempat tidur. Kamu adalah cinta pertamaku, Vino, guman
Stella dalam hati.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar