Kafe Klasik
Oleh: Lina Novita Sari
Aku tersenyum ketika memasuki gerbang sekolah yang aku cintai.
Sekolah bertaraf internasional,Padang internasional school (PIS). Aku
duduk dibangku sekolah kelas XII.1. Para penghuninya adalah anak-anak dari
kalangan keluarga berada. Penampilan ku pagi ini begitu fresh dengan blush
on pink yang unyu-unyu dan lipstick orange yang menawan. Sahabat ku bernama
Anabel. Dia anak keturunan Pakistan yang memiliki hidung yang super mancung di
kelas ku.
“Pagi baby!” sapa Anabel.
“Pagi too!” balas kimi. Kantin yuk!” ayookkk!!! Seru Kimi.
Mereka berdua berjalan menuju kantin. Makanan favorit mereka
martabak mie goring ma’nyoss. Bel berbunyi mereka bergegas menuju kelas.
“selamat pagi
anak-anak!”
“selamat pagi buk”
sahut murid semuanya.
Pagi ini kimi mengikuti pelajaran biologi bersama buk Yessy
Ananta,M.Pd. Beliau adalah lulusan dari Fmipa Universitas Indonesia. Sudah
memiliki suami dan dua orang putrid cantik.
“anak-anak kumpulkan
tugas kalian!” sahut Buk Yessy. Kimi pun membuka tasnya untuk mengeluarkan
tugasnya. Dan kagetnya kimi buku tugasnya ketinggalan dirumah.
“anak-anak ayo cepat
kumpulkan tugas kalian!”. Semua teman-teman Kimi sudah mengumpulkan begitu juga
dengan Anabel sahabatnya.
“siapa yang tidak mengumpulkan
tugas?” Tanya buk Yessy. “ ayo ngaku sebelum saya periksa kembali!”
Kimi pun
mengancungkan tangannya. “saya buk!”
“kenapa kamu tidak
mengumpulkan tugas Kimi?”
“tugas saya
ketinggalan di rumah buk!”
“kenapa bisa tugas mu
ketinggalan di rumah?” Tanya Buk Yessy.
“ semalam saya
ketiduran dimeja belajar ketika mengejarkan tugas tersebut buk,,tetapi paginya
saya sudah memasukkannya ke dalam tas,tapi malah gag ada buk !” jawab kimi.
“kamu sudah tahu kan
Kimi konsekuensinya?”
“iya buk saya tahu”
jawab Kimi.
“kalau begitu kamu
silahkan ke perpustakaan untuk membuat tugasmu kembali” sahut Buk Yessy.
“baik buk” sahut Kimi.
Kimi pun meninggalkan ruangan kelas dan menuju ke perpustakaan.
Disana ia akan belajar mandiri sebagai pengganti tugasnya yang ketinggalan.
“Ping!!!!!” Bbm Kimi
berbunyi. Sebuah pesan instant dari Anabel.
“kenapa kamu bisa
keledoran seperti itu Kimi? Kamu jadi ketinggalan mata pelajaran biologi hari
ini?”. Kimi pun membalasnya. “aku juga bingung bel, padahal aku sudah
yakin sekali kalau tugas ku itu sudah aku masukkan ke dalam tas pagi tadi, yah
tiba-tiba aja gag ada!”. Jawab kimi. Anabel pun mengirimkan picture
semangat kepada kimi. Kimi tersenyum kecil (J) melihat pesan bbm dari kimi.
Bel istirahat berbunyi.
Anabel pergi ke perpustakaan menemui kimi.
“hai kimi” sapa
anabel. Kimi hanya tersenyum simpul. Lesu banget, bĂȘte ya? Tanya anabel. “Iya
neh!” apes banget aku, padahal udah bela-belain begadang demi tugas hari ini,
dan hasilnya…brrrr parah kan,,kok aku bisa cerobohhh,,,iiih sebel banget aku
bel” sahut kimi.” Sabar toh neng!” jawab anabel. “Jangan sok kejawa-jawaan
deh!” celetuk kimi. “haha,,,,tapi kok bisa ketinggalan tugas kamu kim? Gimana
ceritanya !”. “aku udah malas ceritanya bel!” dengan wajah lesunya kimi. Nanti
malam kita ke kafe klasik yukk biar lo gag sedih lagi? Gimana?”. Boleh deh
bel,sahut kimi. “oke ntar malam aku jemput jam 8!”. Sippp
Jam sekolah pun usai. Kimi dan anabel pun bergegas menuju parkiran
dan melaju di jalan raya. Anabel ke sekolah membawa mobil Honda jazz putih.
Dengan plak BA 2428 EL. Kimi selalu tebengan dengan anabel karena arah rumah
mereka searah. Kimi sebenarnya mau juga bawa mobil ke sekolah tetapi tidak
diizinkan oleh papanya. Dengan alasan kimi masih ababil (anak labil) suka
kebut-kebutan di jalan raya dan suka hura-hura kemana-kemana. Alasan yang sulit
diterima oleh kimi.
Jam 8 malam.
Tittt,,,tittt,tiiitttt. Klakson mobil anabel terdengar memasuki
halaman rumah kimi. kimi semakin mempercepat dandannya. Kimi bergaya modis mala
mini ia memakai rok balon hitam diatas lutut dengan paduan kemeja merah hitam
channel dan topi bundar warna coklat. Lalu rambut coklat yang tergerai dan
sepatu high heel hitam bertali-tali dan tidak lupa tas keroppy kesayangannya.
Anabel menenunggu di ruang tamu dan berbincang-bincang dengan mama
kimi.
“apa kabar tante?”
“baik. Mau pergi
kemana bel?”
“hehe hangout di
kafe aja tante, biasa anak gaul!”
“ada-ada saja kamu
bel, tante juga sering hangout di kafe bareng teman-teman tante biasa aja tu!””
“kan beda tante
kalau anak muda-muda yang duduk!”
“apa bedanya
anabel?”
Anabel terdiam dan bingung mau jawab apa. Dan akhirnya kimi datang
dan perbincangan anabel dengan mama kimi terputus.
“hai bel, sapa Kimi.
Ma aku pamit yam au pergi sama Anabel!”
“ya jangan terlalu
malam pulangnya Kim!”
“ya mamaku “ sahut Kimi.
“aku pergi dulu ya tante!”.
Sahut Anabel.
Mobil Honda jazz putih Anabel pun meninggalkan halaman rumah Kimi
dan melaju ke jalanan dengan kecepatan 65km/ jam.
Setiba di kafe klasik Kimi dan Anabel bertemu dengan teman SMP
mereka yaitu Bayu, Wisnu,dan Radit. Tetapi Kimi biasa saja ketemu mereka,karena
mereka lebih dekat dengan Anabel di bandingkan Kimi. Di antara mereka Kimi
sedikit kaget dengan satu wajah yang begitu special di hatinya dulu, yaitu
Radit. Kimi sempat suka kepadanya,tetapi radit cuek akan perasaan kimi padanya.
Radit terpana melihat penampilan kimi malam itu, kimi terlihat begitu special
di matanya.
“woiii anabel!”
sahut mereka.
“weyy,,kalian,
kebetulan banget neh ketemu apa kabar neh semuanya?”
“baik sob!”. Jawab
mereka bersamaan.
“ayo gabung sini?”
sahut mereka.
“hm gag usah aku
udah ada janji sama yang lain” jawab anabel.
Kimi hanya terdiam dan sedikit
tersenyum simpul ketika mereka sedang berbicara dengan anabel. Kimi dan anabel
meninggalkan meja mereka dan duduk di meja yang berada di sebelah kanan yang
berseberangan dengan meja teman-temannya tadi. Kimi merasa sedikit galau
hatinya karena disisi lain ia juga senang bisa ketemu dia dan disisi lain ia
ingin melupakannya yang telah membuat hatinya sakit.
Ketika meninggalkan meja teman-temanya radit sempat tersenyum
kepada kimi. Kimi hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Pelayan pun datang.
Kimi memesan jus naga. Anabel pun sibuk telponan dengan pacarnya yang juga
janjian akan ngedate malam ini. Radit pun mendekati meja kami. Anabel pun
langsung mematikan telponnya.
“aku boleh ikut
gabung gag?” Tanya radit. Anabel pun langsung paham hal itu.
“wah boleh banget”.
Duduk dit. Jawab anabel dengan semangat. Mimik wajah kimi sedikit gugup karena
ia merasa berada disuatu taman bunga. Tetapi ia bingung apa harus memetik bunga
tersebut atau tidak. Anabel pun meninggalkan mereka berdua dan pindah ke meja
yang lain dengan pacarnya yang baru datang, vino.
Kimi diam. Mereka
saling berpandangan. Kimi sangat bahagia tetapi juga gugup. Radit pun memulai
percakapan.
“apa kabar kim?”
“baik” dengan nada
datar.
“semangat dong,,
kamu gag suka ya aku disini!”
“perasaan kamu
aja,!”
Percakapan terhenti karena pelayan datang membawakan jus naga pesanan
kimi.
“ini jus naga
pesanannya mbak!”
“makasih ya mbak”
sahut kimi ke pelayan.
Radit pun menghela nafas dan siap memulai percakapan kembali. Radit
pun meraih tangan kimi. Kimi sempat menghindar tetapi radit telah memantra kimi
dengan kata-kata yang romantis. Mereka saling ngobrol hingga ke masalah cinta
mereka. Semua teman-teman mereka selalu memperhatikan radit dan kimi. Dan
berharap mereka dapat jadian karena rasa cinta radit untuk kimi telah bersemi
walaupun terlambat.
“kim, aku tau aku
pernah cuekin perasaan kamu ke aku, dan aku tau sekarang kamu pasti benci sama
aku, aku tau aku salah tapi sekarang aku sadar kalau aku terlalu bodoh
menyia-nyiakan orang yang sayang dan cinta sama aku dengan tulus, maafkan kau
kim!”
Kimi diam tanpa
kata-kata.
“kim maafkan aku,
aku mau kamu jadi pacar aku!” celetuk radit.
“aku udah maafkan
kamu jauh sebelum kamu minta maaf dit.” Jawab kimi. “kalau yang satu lagi aku
belum bisa jawab dit. Kamu dulu udah nyakitin aku,dan aku harus tetap maju
tanpa bayangan-bayangan kamu di masa depan ku, kamu masa lalu ku radit!!!”
“maff!”. Kata maaf
terlontar dari bibir kimi. Kimi pun berlari meninggalkan kafe klasik tersebut
dengan hati merintih. Kimi sebenarnya masih saying tetapi ia tidak mau
terperangkap dengan perasaan masa lalunya.
“kimi,,tungggu!”.
Radit pun mengejar kimi.
Kimi berlari ke jalan tanpa peduli dengan apa ia akan pulang,ia
tetap berlari. Hujan pun turun. Kimi pun lega ia bisa menangis bersama hujan
malam. Mencurahkan segala perasaannya.
Radit mengejar kimi dengan mobilnya. Ia melihat kimi duduk di halte
bis. Ia berhenti dan mendekati kimi. Radit langsung memeluk kimi. Kimi tak
melawan ia sangat menikmati pelukan dari radit. Pelukan radit membuat kimi
merasa nyaman dan bahagia. Kimi sadar ternyata ia masih menyimpan perasaan
cinta untuk radit.
“dit, aku sayang
kamu,aku gag mau kamu pergi!”
“aku akan selalu
berada disisi mu kimi sayang, I love you !” sahut Radit.
“I love you too
dit!” jawab kimi.
Malam semakin larut. Air mata kimi sudah berubah menjadi senyuman
yang bahagia,begitu juga dengan radit. Radit pun mengantarkan kimi pulang ke
rumahnya. Kafe klasik telah menjadi sejarah awal cinta mereka kembali mekar dan
bersatu. Serta tempat yang sangat special untuk mereka. Begitu juga dengan
hujan di malam minggu menjadi kisah romantis perjalanan cinta mereka.
****