Senin, 28 April 2014

PUISI BAPAK MUHAMMAD IBRAHIM ILYAS

SUATU KALI DI HARI DEPAN
karya: Muhammad Ibrahim Ilyas

suatu kali di hari depan, tiada ruang bagi kenangan
laut bisa kita tundukkan, tapi mata air yang mengalir ini
menggenangi mimpi dan berhenti di situ
suatu kali di hari depan, tiada ruang bagi harapan
matahari bisa kita sembunyikan, tapi waktu yang berdenyut ini
menggetarkan semua rindu dan berlabuh di situ
suatu kali di hari depan,
ketika tak ada ruang bagi kenangan dan harapan
sempatkah kau menjambangi nisanku?
Yogyakarta, 1993

1 komentar: